Nama :Vina Gustriana
Npm : 146211247
Kelas : 3f bahasa IndonesiaTugas
kedua Morfologi
1.
Apakah yang dimaksud dengan bentuk
linguistik (Muslich) dan satuan gramatik(Ramlan)? Beri penjelasan dan contoh !
Jawab: Bentuk linguistik yaitu morfologi adalah bidang linguistik yang
mengidentifikasikan satuan-
satuan dasar bahasa (morfem) sebagai satuan gramatikal. Misalnya
berpesta yaitu [ber-] dan [pesta].
Satuan gramatik (morfem) itu tidak
dapat lagi menjadi satuan yang lebih kecil yang bermakna. Seperti morfem bermain terdiri dari
dua morfem yaitu morfem ber dan morfem main.
2.
Berikan definisi morfem
(Morpheme) menurut para ahli yang
anda baca !
Jawab: Morfem adalah salah satu
unit gramatikal terkecil yang
tidak mempunyai satuan lain selain unsurnya (Ramlan, 1983:26).
Morfem adalah satuan bentuk terkecil
yang mempunyai arti (Alwasilah,
1983: 10).
Morfem adalah komposit bentuk pengertian
yang terkecil yang
sama atau mirip yang berulang (Samsuri, 1982:170)
3.
Muslich 2008 danChaer 2008
membagi morfem kedalam beberapa jenis, apa saja jenis morfem yang
dimaksud? Berikan contoh dan
penjelasan ?
Jawab :Beberapa jenis morfem
1. Berdasarkan
kebebasannya untuk dapat digunakan langsung dalam pertuturan dibedakan adanya morfem
bebas dan morfem terikat. Morfem bebas adalah morfem yang
tanpa keterkaitannya dengan morfem
lain dapat langsung digunakan dalam peraturan . misalnya morfem {masak},{sapu}, dan {lari}.
Morfem terikat adalah
morfem yang harus terlebih dahulu bergabung dengan
morfem lain untuk dapat digunakan dalam pertuturan.
Morfem terikat yang berupa morfem dasar,
seperti {jalan}, {lari}, dan {putar}. Untuk dapat digunakan morfem ini terlebih
dahulu diberi afiks atau digabung dengan morfem lain, {jalan}berjalan, {lari}
berlari, {putar} berputar.
2. Berdasarkan keutuhan
bentuknya dibedakan adanya morfem utuh dan morfem terbagi. Morfem utuh secara fisik merupakan satu
kesatuan yang utuh.
Morfem terbagi adalah morfem
yang fisiknya terbagi atau
disisipi morfem lain.
3. Berdasarkan kemungkinan
menjadi dasar dalam pembentukan kata.
Morfem dasar dan morfem afiks. Morfem
dasar yaitu morfem yang dapat menjadi dasar dalam suatu proses
morfologi. Misalnya {beli}, {makan}, dan {merah}. Morfem afiks yaitu
tidak dapat menjadi dasar, melainkan
hanya sebagai pembentuk . Misalnya morfem {me}, {-kan}, dan {pe-an}
4. Berdasarkan jenis morfem
yang membentuknya dibedakan
adanya morfem segmental dan suprasegmental. Morfem segmental adalah morfem yang
dibentuk oleh fonem- fonem segmental. Misalnya morfem { lihat}, {ter-},
{sikat}, dan{-lah}.
Sedangkan
suprasugmental adalah morfem yang terbentuk dari nada, tekanan, durasi, dan intonasi.
5. Berdasarkan
kehadirannya secara konkret dibedakan adanya morfem wujud dan tanwujud. Morfem
wujud adalah morfem yang secara nyata ada. Tanwujud adalah
kehadirannya tidak nyata.
6. Berdasarkan ciri
semantik dibedakan adanya morfem bermakna leksikal dan morfem tak bermakna
leksikal. Misalnya {makan}, {pulang},
dan {pergi} termasuk morfem bermakna
leksikal. Morfem afiks seperti {ber-},
{ke}, dan {ter-} termasuk morfem tak bermakna leksikal.
4.
Proses pembentukan kata
dalam bahasa Indonesia terdiri dari afiksasi, rediplikasi, dan
komposisi. Berikan contoh relevan !
Jawab:
Afiksasi adalah proses pembentukan
kata kompleks dengan cara
penambahan afiks pada bentuk dasar.
Contohnya: - di + makan = dimakan, -makan + -an = makanan, -ke- + -an + hujan
= kemalingan.
Reduplikasi (pengulangan) yaitu proses
pembentukan kata dengan mengulang satuan bahasa baik secara
keseluruhan maupun sebagian. Contoh: tamu- tamu, mobil- mobil.
Komposisi (pemajemukan) yaitu
penggabungan dua kata atau lebih dalam membentuk kata. Contoh: tanggung+ jawab =tanggungjawab ,
rumah+ sakit = rumah sakit.