Sabtu, 12 Desember 2015

TEKNIK-TEKNIK MENULIS PUISI BESERTA CONTOHNYA

1.      TEKNIK MENIRU
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke salemba
Sore itu

Ini dari kami bertiga
Pita hitam dari karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
                                                            (Taufiq Ismail, Tirani, 1966)

Doa
Dua tanganku menadah
Setiap hari aku memohon kepada-Mu
Setiap hari

Ini doa dari hati ku
Doa yang tulus ku panjatkan
Sebab aku anakmu
Bagi ayah, ibu yang aku sayangi
Setiap hari
                                                            (Vina Gustriana)



2.      TEKNIK KEINGINAN

Senyum yang ku nanti
Senyum yang kunantikan, yang ingin selalu tersenyum melihat ku
                        Tak sabar ingin melihat senyum itu
Ya, senyum melihat bagaimana akhir perjuangan ku berakhir
Ayah, Ibu
Aku ingin melihat senyum kalian dengan mengucapkan
“selamat anakku sayang”
Kesuksesanmu

3.      TEKNIK AWAL MIMPI

                                    Kembalilah masa kecilku
Masa kecil…
Masa yang aku rindukan
Masa yang tidak mengenal bosan, lelah, kecewa
Aku lelah hidup seperti ini …
Aku ingin kembali ke masa kecilku
Di mana aku………
Tak tahu kerasnya hidup
Yang aku tahu
Makan, tidur, dan bermain
Tanpa ada memikirkan kerasnya hidup
Namun itu tidak mungkin


4.      TEKNIK MENGIBARATKAN
Nelfi
            Nelfi adalah teman ku
            Lucu, gemuk, manis, dan cantik
            Dia bagaikan bantal yang empuk
            Enak dipeluk,
            Nelfi….
            Terkadang kamu lucu
            Bagaikan badut yang sedang menghibur anak-anak
5.      TEKNIK MENJELMA SESUATU
Batu
            Aku ingin menjadi sebongkah batu
            Keras, kokoh
            Aku ingin menjadi seperti itu
            Tahan dengan kerasnya hidup
            Kokoh dengan persaingan untuk unggul
            Dan aku mampu akan menjadi seperti batu
            Untuk menjadi sosok yang kuat dan kokoh

6.      TEKNIK MENULIS SUARA
                                                Kipas angin
            Wuuushhh wuusshh
            Begitu kipas ku hidupkan
            Udara yang begitu segar menerpa ku
            Meskipun sedikit berbunyi
            Wuuushhh wuuusshh
            Demikian bunyi kipas angin yang ku dengar
            Tapi tidak mengapa suara yang sedikit mengganggu
            Angin yang kencang membuat aku sedikit nyaman

7.      TEKNIK PENGGAMBARAN
Daun yang berjatuhan
Kokoh ketika engkau masih muda
Dan gugur ketika engkau telah tua
Tetapi, keindahan tetap kau miliki
Ketikapun engkau gugur
Sore ini……
Tanpa sengaja aku melihat engkau jatuh
Begitu indah kau jatuh dengan diayunkan oleh angin
Kuasa-Nya tiada yang dapat mengalahkan

8.      TEKNIK NARASI
Aku yang telah lelah hidup
            Jika aku boleh memilih
            Aku tidak ingin lahir ke dunia ini,
            Karena, begitu menyakitkan dengan kehidupan ku ini
            Aku tahu………….
            Hidup tidak akan terlepas dari cobaan Sang Khalik
            Tetapi, aku begitu lelah
            Bagaimana, aku bisa bertahan dengan hidup seperti ini
            Kekhilafan ku yang telah lalu
            Membuat aku bisa berubah menjadi manusia yang tak ada artinya
            Aku tahu………….
            Kita harus mensyukuri kehidupan ini
            Tapi, ini titik kelelahanku
            Aku lelah, lelah, untuk hidup
           
9.      TEKNIK MUSIK PENGIRING
Katakan dengan indah
            Lagu yang ku dengar
            Bagaimana mengungkapkan sebagian dari apa yang aku rasakan
            Rasa yang aku alami
            Mendengarkan lagu ini
            Sedikit membuat aku merasa lega
            Setelah semua menahan sesak di dadaku
            Merasa lagu ini mengungkapkan sebagian jiwaku

10.  TEKNIK BERSANDAR PADA ALAM
Angin
            Hembusan mu meyegarkan
            Tanpa kamu mungkin kami mati
            Angin……..
            Tak terlihat namun bisa ku dengarkan
            Tak berwujud namun masih bisa ku dengar dengan sayu-sayu
            Aku bertanya ?
            Jika kamu berwujud
            Seperti apakah kamu?


Kamis, 10 Desember 2015

morfologi perbandingan buku

PERBANDINGAN BUKU PADA BUKU BAHASA INDONESIA BAHASA KEBANGSAANKU , UNTUK SMP DAN MTS KELAS VII  SARWIJI SUWANDI SUTARMO MATERI :  MENCERITAKAN PENGALAMAN
 1.    Memilih dan mengembangkan pengalaman yang paling mengesankan Pengalaman menarik itu sulit untuk dilupakan. Catatlah semua pengalaman yang menurutmu menarik atau mengesankan! Pengalaman menraik itu dapat berupa pengalaman lucu, unik, menyenangkan, mengagumkan, menyedihkan, memprihatikan, mengharukan, dan lain-lain. Pengalaman berkesan tidak harus  pengalaman yang kamu alami sendiri. Kamu juga boleh menceritakan pengalaman yang dialami oleh Ayah, Ibu, Kakak, Adik, atau temanmu. Langkah untuk menuliskan karangan sebagai berikut : 1.    Pilihlah salah satu pengalaman yang menurutmu paling menarik, kemudian buatlah kerangkanya! 2.    Setelah kerangka dibuat, selanjutnya kembangkan kerangka itu menjadi karangan. 3.    Bacalah sekali lagi karangan yang sudah kamu tulis kemudian perbaiki dan sempurnakan bagian-bagian yang salah.  2.    Menceritakan pengalaman dengan pilihan kata dan kalimat efektif Ceritakan di depan kelas pengalaman yang telah kamu susun tersebut dengan menggunakan kata dan kalimat yang efektif sehingga ceritamu mudah dipahami temanmu! Sewaktu becerita, kamu tidak boleh membaca teks yang telah kamu kembangkan, kamu hanya boleh melihat kerangka ceritamu saja, bukan karangan utuh !, Bceritalah di depan kelas dengan penuh rasa percaya diri!.  3.    Menggunakan ungkapan atau peribahasa secara tepat Dalam bercerita atau dalam mengarang , kita sering menggunakan ungkapan atau peribahasa. Ungkapan atau peribahasa yang kita gunakan dalam bercerita dapat menambah daya tarik pembaca atau pendengar . ungkapan atau peribahasa itu dapat menciptakan keindahan tersendiri dalam cerita yang kita sampaikan.    a.     Ungkapan  Ungkapan adalah gabungan kata yang maknanyatidak sama dengan gabungan unsur-unsur  kata pembentuknya: Contoh 1.    Serasa melambung jauh hatinya setelah Amin meraih peringkat pertama. Melambung jauh hatinya = sangat senang 2.    Mukanya merah padam ketika terlambat mengikuti upacara. Mukanya merah padam = mukanya berubah menjadi kemerahan karena marah.  PADA BUKU BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, KELAS SMP KELAS VII   SUHARMA DKK. MATERI : MENCERITAKAN PENGALAMAN MENGESANKAN b.    Menceritakan pengalaman mengesankan Pengalaman memang menjadi  sumber inspirasi yang tidak ada habis-habisnya. Apalagi jika pengalaman itu menarik dan mengesankan. Seseorang tidak akan bosan untuk mengulang menceritakannya kepada orang lain. Pengalaman yang mengesankan dalam hidup kita dapat kita ceritakan kepada orang lain. Manfaatnya adalahagar orang lain dapat memetik pelajaran atau belajar dari pengalaman kita. Dengan demikian, hal yang buruk dalam pengalaman kita tidak akan kita ulangi dan hindari oleh orang lain. Sementara itu, hal yang baik dapat memacu kita dan orang lain untuk lebih baik lagi.  Aspek Kebahasaan Menggunakan kata sapaan, kata ganti, kata acuan, dan kata gelar Kata sapaan merupakan kata yang digunakan untuk menyebut kata kedua dalam petikan langsung. Contohnya berikut ini. •    “siapakah yang menjemput kita di Bandara Adi Sutjipto, Bu?” tanyaku pada Ibu. kata Bu merupakan kata sapaan. Penulisan kata sapaan adalah dengan huruf kapital. Kata ganti merupakan kata yang digunakan untuk mengganti orang atau benda. Contohnya  ku pada tanyaku, aku, engkau, dan dia, khusus kata ganti ku, kau, mu, dan nya,  ditulis serangkai. Kata gantu ditulis dengan huruf kecil. Kata acuan merupakan kata yang digunakan untuk menyebut orang pertama (orang yang berbicara) dan orang ketiga (orang yang dibicarakan). Contohnya berikut ini. “sampaikan kepada Nenek, Ibu, akan datang lusa,” kata wanita itu pada anaknya. Kata Nenek dan Ibu merupakan kata acuan. Kata acuan ditulis dengan huruf kapital. Kata gelar adalah kata yang digunakan sebagai sebutan kehormatan, kebangsawanan, atau kesarjanaan yang biasanya ditambahkan pada nama orang. Contohnya berikut ini. Haji Misbakhul Munir adalah teman lama ibuku Kata  haji  merupakan kata gelar. Penulisan kata gelar dengan huruf kapital bila diikuti nama dan dengan huruf kecil bila tidak diikuti nama.                          PERBANDINGAN BUKU  o    Pada buku Yudistira Bahasa dan Sastra Indonesia oleh Suharma dkk, dengan materi Menceritakan Pengalaman Mengesankan halaman 45, pada materi ini menerangkan pengertian mengenai juga menjelaskan aspek kebahasaan namun kelemahan pada buku ini tidak memberikan secara urut sehingga pembaca kurang memahami aspek-aspek kebahasaan seperti kata ganti, kata sapaan, dan lain sebagainya. o    Dan pada bahasa Indonesia Bahasa Kebanggaanku Sarwiji Suwandi Sutarmo dengan materi menceritakan pengalaman, keunggulan pada buku ini memiliki kelebihan sehingga pembaca mudah untuk memahaminya, Karena dengan susunan dan tulisan yang mudah untuk dimengerti.      CONTOH PENGALAMAN Judul : Hantu Hari itu, hari jumat. Aku pulang lebih awal dari biasanya. Ketika ku buka pintu depan, aku terkejut melihat kain gorden di jendela samping bergerak-gerak. Aku takut, tetapi aku ingin tahu mengapa kain gorden itu bergerak-gerak sendiri. Ketika kuamati dan kuberanikan membuka kain gorden itu, aku jadi tertawa sendiri. Ternyata, adikku sedang bermain-main di baliknya. Aku baru ingat, adikku yang berumur satu tahun sudah bisa berjalan sendiri. Ibu pun tersenyum melihat kejadian itu.      BERDASARKAN MORFOLOGI AFIKSASI 1)    “ Biasanya” merupakan afiksasi (proses atau hasil penambahan), kata dasarnya “biasa” . 2)    “terkejut” merupakan afiksasi, dan pada kata dasarnya “ kejut”. 3)    “berjalan” merupakan afiksasi, dan pada kata dasarnya “jalan” “tersenyum” merupakan afiksasi dan pada kata dasarnya “senyum

morfologi perbandingan buku

PERBANDINGAN BUKU PADA BUKU BAHASA INDONESIA BAHASA KEBANGSAANKU , UNTUK SMP DAN MTS KELAS VII  SARWIJI SUWANDI SUTARMO MATERI :  MENCERITAKAN PENGALAMAN 1.    Memilih dan mengembangkan pengalaman yang paling mengesankan Pengalaman menarik itu sulit untuk dilupakan. Catatlah semua pengalaman yang menurutmu menarik atau mengesankan! Pengalaman menraik itu dapat berupa pengalaman lucu, unik, menyenangkan, mengagumkan, menyedihkan, memprihatikan, mengharukan, dan lain-lain. Pengalaman berkesan tidak harus  pengalaman yang kamu alami sendiri. Kamu juga boleh menceritakan pengalaman yang dialami oleh Ayah, Ibu, Kakak, Adik, atau temanmu. Langkah untuk menuliskan karangan sebagai berikut : 1.    Pilihlah salah satu pengalaman yang menurutmu paling menarik, kemudian buatlah kerangkanya! 2.    Setelah kerangka dibuat, selanjutnya kembangkan kerangka itu menjadi karangan. 3.    Bacalah sekali lagi karangan yang sudah kamu tulis kemudian perbaiki dan sempurnakan bagian-bagian yang salah.  2.    Menceritakan pengalaman dengan pilihan kata dan kalimat efektif Ceritakan di depan kelas pengalaman yang telah kamu susun tersebut dengan menggunakan kata dan kalimat yang efektif sehingga ceritamu mudah dipahami temanmu! Sewaktu becerita, kamu tidak boleh membaca teks yang telah kamu kembangkan, kamu hanya boleh melihat kerangka ceritamu saja, bukan karangan utuh !, Bceritalah di depan kelas dengan penuh rasa percaya diri!.  3.    Menggunakan ungkapan atau peribahasa secara tepat Dalam bercerita atau dalam mengarang , kita sering menggunakan ungkapan atau peribahasa. Ungkapan atau peribahasa yang kita gunakan dalam bercerita dapat menambah daya tarik pembaca atau pendengar . ungkapan atau peribahasa itu dapat menciptakan keindahan tersendiri dalam cerita yang kita sampaikan.    a.     Ungkapan  Ungkapan adalah gabungan kata yang maknanyatidak sama dengan gabungan unsur-unsur  kata pembentuknya: Contoh 1.    Serasa melambung jauh hatinya setelah Amin meraih peringkat pertama. Melambung jauh hatinya = sangat senang 2.    Mukanya merah padam ketika terlambat mengikuti upacara. Mukanya merah padam = mukanya berubah menjadi kemerahan karena marah.  PADA BUKU BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, KELAS SMP KELAS VII   SUHARMA DKK. MATERI : MENCERITAKAN PENGALAMAN MENGESANKAN b.    Menceritakan pengalaman mengesankan Pengalaman memang menjadi  sumber inspirasi yang tidak ada habis-habisnya. Apalagi jika pengalaman itu menarik dan mengesankan. Seseorang tidak akan bosan untuk mengulang menceritakannya kepada orang lain. Pengalaman yang mengesankan dalam hidup kita dapat kita ceritakan kepada orang lain. Manfaatnya adalahagar orang lain dapat memetik pelajaran atau belajar dari pengalaman kita. Dengan demikian, hal yang buruk dalam pengalaman kita tidak akan kita ulangi dan hindari oleh orang lain. Sementara itu, hal yang baik dapat memacu kita dan orang lain untuk lebih baik lagi.  Aspek Kebahasaan Menggunakan kata sapaan, kata ganti, kata acuan, dan kata gelar Kata sapaan merupakan kata yang digunakan untuk menyebut kata kedua dalam petikan langsung. Contohnya berikut ini. •    “siapakah yang menjemput kita di Bandara Adi Sutjipto, Bu?” tanyaku pada Ibu. kata Bu merupakan kata sapaan. Penulisan kata sapaan adalah dengan huruf kapital. Kata ganti merupakan kata yang digunakan untuk mengganti orang atau benda. Contohnya  ku pada tanyaku, aku, engkau, dan dia, khusus kata ganti ku, kau, mu, dan nya,  ditulis serangkai. Kata gantu ditulis dengan huruf kecil. Kata acuan merupakan kata yang digunakan untuk menyebut orang pertama (orang yang berbicara) dan orang ketiga (orang yang dibicarakan). Contohnya berikut ini. “sampaikan kepada Nenek, Ibu, akan datang lusa,” kata wanita itu pada anaknya. Kata Nenek dan Ibu merupakan kata acuan. Kata acuan ditulis dengan huruf kapital. Kata gelar adalah kata yang digunakan sebagai sebutan kehormatan, kebangsawanan, atau kesarjanaan yang biasanya ditambahkan pada nama orang. Contohnya berikut ini. Haji Misbakhul Munir adalah teman lama ibuku Kata  haji  merupakan kata gelar. Penulisan kata gelar dengan huruf kapital bila diikuti nama dan dengan huruf kecil bila tidak diikuti nama.                          PERBANDINGAN BUKU  o    Pada buku Yudistira Bahasa dan Sastra Indonesia oleh Suharma dkk, dengan materi Menceritakan Pengalaman Mengesankan halaman 45, pada materi ini menerangkan pengertian mengenai juga menjelaskan aspek kebahasaan namun kelemahan pada buku ini tidak memberikan secara urut sehingga pembaca kurang memahami aspek-aspek kebahasaan seperti kata ganti, kata sapaan, dan lain sebagainya. o    Dan pada bahasa Indonesia Bahasa Kebanggaanku Sarwiji Suwandi Sutarmo dengan materi menceritakan pengalaman, keunggulan pada buku ini memiliki kelebihan sehingga pembaca mudah untuk memahaminya, Karena dengan susunan dan tulisan yang mudah untuk dimengerti.      CONTOH PENGALAMAN Judul : Hantu Hari itu, hari jumat. Aku pulang lebih awal dari biasanya. Ketika ku buka pintu depan, aku terkejut melihat kain gorden di jendela samping bergerak-gerak. Aku takut, tetapi aku ingin tahu mengapa kain gorden itu bergerak-gerak sendiri. Ketika kuamati dan kuberanikan membuka kain gorden itu, aku jadi tertawa sendiri. Ternyata, adikku sedang bermain-main di baliknya. Aku baru ingat, adikku yang berumur satu tahun sudah bisa berjalan sendiri. Ibu pun tersenyum melihat kejadian itu.      BERDASARKAN MORFOLOGI AFIKSASI 1)    “ Biasanya” merupakan afiksasi (proses atau hasil penambahan), kata dasarnya “biasa” . 2)    “terkejut” merupakan afiksasi, dan pada kata dasarnya “ kejut”. 3)    “berjalan” merupakan afiksasi, dan pada kata dasarnya “jalan” “tersenyum” merupakan afiksasi dan pada kata dasarnya “senyum

morfologi kelas kata



 PEMBAGIAN KELAS KATA DALAM SURAH

No.
Ayat
Terjemahan
Kelas Kata
Verba
Adverbia
Adjektiva
Konjungsi
Numeralia
Pronomina
Nomina
1
101
Bagaimanakah kamu (sampai) menjadi kafir, padahal ayat-ayat dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu? Barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah, maka sesungguhnya ia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.

 Sampai
Menjadi
Dibacakan
Berada
Berpegang
Sesungguhnya
Beri
 Telah
Teguh
Lurus
Padahal
Kepada
Dan
Di
Yang
Kepada
Maka
Di


Bagaimanakah
Kamu
Siapa
Ia
Kafir
Ayat-ayat
Rasulnya
Tengah-tengah
Barang
Agama
Allah
Petunjuk
Jala
2
102
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama islam.

Beriman
Bertakwalah
Mati
Melainkan
Beragama
Sebenar-benar
Jangan
Sekali-kali

Dalam
Hai
Yang
Kepada
Dan


Kamu
Keadaan
Islam
Orang
3
103
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikian Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Berpegang
Bercerai-berai
Ingat
Bermusuh-musuhan
Mempersatukan
Lalu
Menjadi
Bersaudara
Berada
Lalu
Menyelamatkan
Menerangkan 
Mendapat
Semuanya
Jangan
Akan
Telah
Maka
Karena
Yang
Di
Dari
Demikian
Kepada
Dan




Kamu 

Tali
Ketika
Dahulu
Masa
Hati
Tepi
Jurang
Neraka
Pada 
Petunjuk
Agama
Nikmat
Orang
Ayat
4
104
Dan hendaklah di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.

Segolongan
Menyeru
Menyuruh
Mencegah
Beruntung
Hendak

Dan
Di
Yang
Kepada
Dari


 Kamu
 Mereka
Antara
Umat
Kebajikan
Orang-orang
5
105
Dan janganlah kamu menyerupai orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih sesudah datang keterangan yang jelas kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang mendapat siksa yang berat.

Menyerupai
Bercerai-berai
Datang mendapatkan
Janganlah
Jelas
berat
Dan
Yang
Sesudah
Kepada


Kamu

Berselisih
Keterangan
Siksa  
Orang-orang
6
106
Pada hari yang di waktu itu ada muka yang putih berseri, dan ada pula muka yang hitam muram. Adapun orang-orang yang hitam muram mukanya (kepada mereka dikatakan): “kenapa kamu kafir sesudah kamu beriman? Kerana itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu”.

Ada
Beriman
Rasakan
Disebabkan

Muram
Pada
Yang
Itu
Dan
Pula
Kepada
Sesudah
Karena


Kamu

Hari
Di
Waktu
Muka
Putih
Berseri
Kenapa
Kafir
Azab
Hitam
Orang-orang

7
107
Adapun orang-orang yang putih berseri mukanya, maka mereka berada dalam rahmat Allah (surga) ; mereka kekal di dalamnya.

Ada
Berada

Dalam
Kekal
Yang
Maka
Di
Didalamnya


Mereka

Putih
Berseri
Muka
Rahmat
Allah
Surga
Orang-orang
8
108
Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar ; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya.

Dengar
Tiadalah
Berkehendaklah
Menganiaya

Benar
Itulah kepadamu
Dan
Untuk


Ayat
Hamba-hamba
9
109
Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi ; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.

Ada
Dikembalikan


Yang
Di
Dan
Kepada
Segala

Kepunyaan
Allah –lah
Langit
Bumi
Urusan
10
110
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan berimanlah kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Adalah
Dilahirkan
Menyuruh
Mencegah
Berimanlah
Sekiranya
Terbaik
Ahli
Tentulah
Lebih
Baik
Fasik
Yang
Kepada
Dan
Dari
Itu
Di

Kamu

Umat
Untuk
Manusia
Allah
Kitab
Bagi
Mereka
Antara
Orang-orang
11
111
Mereka sekali-kali tidak akan dapat membuat mudharat kepada kamu, selain dari gangguan-gangguan celaan saja, dan jika mereka berperang dengan kamu, pastilah mereka berbalik melarikan diri ke belakang (kalah). Kemudian mereka tidak mendapat pertolongan.

Membuat
Berperang
Berbalik
Melarikan
Ke
Kalah
Mendapat
Sekali-kali
Tidak
Akan
Dapat
Saja
Selain
Pastilah


Kepada
Kamu
Dari
Dan
Jika
Mereka
Mereka
Gangguan-gangguan
Celaan
Dengan
Diri
Belakang
Kemudian
Pertolongan
12
112
Mereka diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpengang kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan melampui batas.

Diliputi
Berada
Berpegang
Kembali
Mendapat
Kerendahan
Membunuh
Disebabkan
Melanpaui
Saja
Tanpa
Benar
Durhaka
Jika
Kepada
Dan
Dengan
Dari
Karena
Para
Demikian

Mereka
Di
Mana
Kecuali
Demikian
Itu
Kehinaan
Tali
Agama
Allah
Perjanjian
Manusia
Kemurkaan
Kafir
Ayat-ayat
Nabi
Alas an
Batas
13
113
Mereka itu tidak sama ; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus, mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedangkan mereka juga bersujud (sembahyang).

Ada
Berlaku
Membaca
Bersujud
Tidak
Sedangkan
Juga
Sama
Lurus
Di
Yang
Pada
Beberapa
Mereka
Itu
Antara
Ahli
Kitab
Golongan
Ayat-ayat
Allah
Waktu
Malam
Hari
Sembahyang
14
114
Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

Beriman
Menyuruh
Mencegah
Bersegera
Mengerjakan
Termasuk

Saleh
Kepada
Dan
Yang
Dari 


Mereka
Itu
Allah
Hari
Penghabisan
Kebajikan
Orang-orang
15
115
Dan apa saja kebajikan yang mereka kerjakan, maka sekali-kali mereka tidak dihalangi (menerima pahala)nya; dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang bertakwa.
Dihalangi
Menerima
Mengetahui
bertakwa
Saja
Sekali-kali
Tidak

Dan
Yang
Maka

Apa
Mereka
Kebajikan
Kerjakan
Pahala
Allah
Orang-orang
16
116
Sesungguhnya orang-orang yang kafir baik harta mereka maupun anak-anak mereka, sekali-kali tidak dapat menolak azab Allah dari mereka sedikitpun. Dan mereka adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

Menolak
Adalah
Sesungguhnya
Sekali-kali
Tidak
Dapat
Sedikit
Baik
Kekal
Dalamnya
Yang
Maupun
Dari
Dan
Di 

Mereka

Orang-orang
Kafir
Harta
Anak-anak
Azab
Allah
Penghuni
Neraka
17
117
Perumpamaan harta yang mereka nafkahkan di dalam kehidupan dunia ini, adalah seperti perumpamaan angin yang mengandung hawa yang sangat dingin, yang menimpa tanaman kaum yang menganiaya diri sendiri, lalu angin itu merusaknya. Allah tidak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.
Adalah
Mengandung
Menimpa
Menganiaya
Lalu
Merusaknya
Sangat
Sendiri
Tidak
Akan
Dalam
Dingin

Yang
Di
Seperti
Tetapi

Mereka
Ini
Itu
Perumpamaan
Harta 
Nafkahkan
Kehidupan
Dunia 
Angin
Hawa
Tanaman
Kaum
Diri
Allah
18
118
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari Sungguh hati mereka adalah  mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah kami terangkan kepadamu ayat-ayat (kami), jika kamu memahaminya.

Beriman
Ambil
Menjadi
Henti-hentinya
Menimbulkan
Menyukai
Menyusahkan
Adalah
Sembunyi
Memahaminya
Janganlah
Tidak
Telah
Lagi
Telah
kepercayaan
sungguh 
lebih
besar
sungguh
terangkan


Hai
Yang
Di
Karena
Bagimu
Dari
Dan
Di
Oleh
Kepada
Jika

Kamu
Mereka
Apa  
Kami
Orang-orang
Teman
Luar
Kalangan
Kebencian
Hati 
Mulut
Ayat-ayat
19
119
Beginilah kamu, kamu menyukai mereka, padahal mereka tidak menyukai kamu, dan kamu beriman kepada kitab-kitab semuanya. Apabila mereka menjumpai kamu, mereka berkata “kami beriman”, dan apabila mereka menyendiri, mereka menggigit ujung jari antara marah bercampur benci terhadap kamu.. katakanlah (kepada mereka): “matilah kamu karena kemarahanmu itu”. Sesungguhnya Allah mengetahui segala sesuatu hati.

Menyukai
Beriman
Menjumpai
Berkata
Menyendiri
Menggigit
Bercampur
Matilah
Mengetahui

Tidak
Semuanya
Sesungguhnya
Marah
Benci
Dan
Kepada
Apabila
Terhadap
Kepada
Karena
Segala
Beginilah
Kamu
Mereka
Kami
Itu
Sesuatu
Kitab-kitab
Ujung
Jari
Antara
Kata
Kemarahan
Allah
Hati
20
120
Jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. Jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.

Memperoleh
Bersedih
Mendapat
Bergembira
Bersabar
Bertakwa
Mendatangkan
Mengetahui 

Niscaya
Tidak
Sesungguhnya
Sedikitpun
Jika
Karenanya
Dan
Kepadamu
Yang   
Segala
Kamu
Mereka
Apa
Kebaikan
Hati
Bencana
Tipu
Daya
Allah
Kerja
21
121
Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari demi (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Ingatlah
Berangkat
Menempatkan
Berperang
Mendengar
Mengetahui
Akan
Lagi

Dan
Pada
Demi
Para
Untuk
Beberapa
Kamu 
Ketika
Pagi
Hari
Rumah
Keluargamu
Mukmin
Tempat
Allah
22
122
Ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.

Mundur
Padahal
Adalah
Bertawakal
Ingin
Hendaklah
Saja
Takut
Dua
Dari
Padamu
Bagi
Kepada
Itu

Ketika
Golongan
Karena
Allah
penolong
orang-orang
mukmin
23
123
Sesungguhnya Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar, padahal kamu adalah(ketika itu) orang-orang yang lemah. Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya.

Menolong
Peparangan
Padahal
Adalah
Bertakwalah
Mensyukuri
Sesungguhnya
 Telah
Dalam
Kepada
Supaya
Itu
Kamu
Allah
Badar
Ketika
24
124
(Ingatlah), ketika kamu  mengatakan kepada orang mukmin: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kaum dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?”

Ingatlah
Mengatakan
Membantu
Turunkan 
Tidak
Cukup
Kepada
Bagi
Dengan
Yang
Di
Dari
Tiga
Kamu
Apakah
Ketika
Orang
Mukmin
Allah
Kaum
Ribu
Malaikat
Langit
25
125
Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.
Bersiap
Siaga
Datang
Menyerang
Menolong
Memakai
Seketika
Juga
Niscaya
Cukup
Sabar
Ya
Jika
Dan
Dengan
Yang 
Itu
Lima
Kamu
Mereka
Allah
Ribu
Malaikat
Tanda