Sabtu, 12 Desember 2015

TEKNIK-TEKNIK MENULIS PUISI BESERTA CONTOHNYA

1.      TEKNIK MENIRU
Karangan Bunga
Tiga anak kecil
Dalam langkah malu-malu
Datang ke salemba
Sore itu

Ini dari kami bertiga
Pita hitam dari karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
                                                            (Taufiq Ismail, Tirani, 1966)

Doa
Dua tanganku menadah
Setiap hari aku memohon kepada-Mu
Setiap hari

Ini doa dari hati ku
Doa yang tulus ku panjatkan
Sebab aku anakmu
Bagi ayah, ibu yang aku sayangi
Setiap hari
                                                            (Vina Gustriana)



2.      TEKNIK KEINGINAN

Senyum yang ku nanti
Senyum yang kunantikan, yang ingin selalu tersenyum melihat ku
                        Tak sabar ingin melihat senyum itu
Ya, senyum melihat bagaimana akhir perjuangan ku berakhir
Ayah, Ibu
Aku ingin melihat senyum kalian dengan mengucapkan
“selamat anakku sayang”
Kesuksesanmu

3.      TEKNIK AWAL MIMPI

                                    Kembalilah masa kecilku
Masa kecil…
Masa yang aku rindukan
Masa yang tidak mengenal bosan, lelah, kecewa
Aku lelah hidup seperti ini …
Aku ingin kembali ke masa kecilku
Di mana aku………
Tak tahu kerasnya hidup
Yang aku tahu
Makan, tidur, dan bermain
Tanpa ada memikirkan kerasnya hidup
Namun itu tidak mungkin


4.      TEKNIK MENGIBARATKAN
Nelfi
            Nelfi adalah teman ku
            Lucu, gemuk, manis, dan cantik
            Dia bagaikan bantal yang empuk
            Enak dipeluk,
            Nelfi….
            Terkadang kamu lucu
            Bagaikan badut yang sedang menghibur anak-anak
5.      TEKNIK MENJELMA SESUATU
Batu
            Aku ingin menjadi sebongkah batu
            Keras, kokoh
            Aku ingin menjadi seperti itu
            Tahan dengan kerasnya hidup
            Kokoh dengan persaingan untuk unggul
            Dan aku mampu akan menjadi seperti batu
            Untuk menjadi sosok yang kuat dan kokoh

6.      TEKNIK MENULIS SUARA
                                                Kipas angin
            Wuuushhh wuusshh
            Begitu kipas ku hidupkan
            Udara yang begitu segar menerpa ku
            Meskipun sedikit berbunyi
            Wuuushhh wuuusshh
            Demikian bunyi kipas angin yang ku dengar
            Tapi tidak mengapa suara yang sedikit mengganggu
            Angin yang kencang membuat aku sedikit nyaman

7.      TEKNIK PENGGAMBARAN
Daun yang berjatuhan
Kokoh ketika engkau masih muda
Dan gugur ketika engkau telah tua
Tetapi, keindahan tetap kau miliki
Ketikapun engkau gugur
Sore ini……
Tanpa sengaja aku melihat engkau jatuh
Begitu indah kau jatuh dengan diayunkan oleh angin
Kuasa-Nya tiada yang dapat mengalahkan

8.      TEKNIK NARASI
Aku yang telah lelah hidup
            Jika aku boleh memilih
            Aku tidak ingin lahir ke dunia ini,
            Karena, begitu menyakitkan dengan kehidupan ku ini
            Aku tahu………….
            Hidup tidak akan terlepas dari cobaan Sang Khalik
            Tetapi, aku begitu lelah
            Bagaimana, aku bisa bertahan dengan hidup seperti ini
            Kekhilafan ku yang telah lalu
            Membuat aku bisa berubah menjadi manusia yang tak ada artinya
            Aku tahu………….
            Kita harus mensyukuri kehidupan ini
            Tapi, ini titik kelelahanku
            Aku lelah, lelah, untuk hidup
           
9.      TEKNIK MUSIK PENGIRING
Katakan dengan indah
            Lagu yang ku dengar
            Bagaimana mengungkapkan sebagian dari apa yang aku rasakan
            Rasa yang aku alami
            Mendengarkan lagu ini
            Sedikit membuat aku merasa lega
            Setelah semua menahan sesak di dadaku
            Merasa lagu ini mengungkapkan sebagian jiwaku

10.  TEKNIK BERSANDAR PADA ALAM
Angin
            Hembusan mu meyegarkan
            Tanpa kamu mungkin kami mati
            Angin……..
            Tak terlihat namun bisa ku dengarkan
            Tak berwujud namun masih bisa ku dengar dengan sayu-sayu
            Aku bertanya ?
            Jika kamu berwujud
            Seperti apakah kamu?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar