Kamis, 10 Desember 2015

morfologi perbandingan buku

PERBANDINGAN BUKU PADA BUKU BAHASA INDONESIA BAHASA KEBANGSAANKU , UNTUK SMP DAN MTS KELAS VII  SARWIJI SUWANDI SUTARMO MATERI :  MENCERITAKAN PENGALAMAN
 1.    Memilih dan mengembangkan pengalaman yang paling mengesankan Pengalaman menarik itu sulit untuk dilupakan. Catatlah semua pengalaman yang menurutmu menarik atau mengesankan! Pengalaman menraik itu dapat berupa pengalaman lucu, unik, menyenangkan, mengagumkan, menyedihkan, memprihatikan, mengharukan, dan lain-lain. Pengalaman berkesan tidak harus  pengalaman yang kamu alami sendiri. Kamu juga boleh menceritakan pengalaman yang dialami oleh Ayah, Ibu, Kakak, Adik, atau temanmu. Langkah untuk menuliskan karangan sebagai berikut : 1.    Pilihlah salah satu pengalaman yang menurutmu paling menarik, kemudian buatlah kerangkanya! 2.    Setelah kerangka dibuat, selanjutnya kembangkan kerangka itu menjadi karangan. 3.    Bacalah sekali lagi karangan yang sudah kamu tulis kemudian perbaiki dan sempurnakan bagian-bagian yang salah.  2.    Menceritakan pengalaman dengan pilihan kata dan kalimat efektif Ceritakan di depan kelas pengalaman yang telah kamu susun tersebut dengan menggunakan kata dan kalimat yang efektif sehingga ceritamu mudah dipahami temanmu! Sewaktu becerita, kamu tidak boleh membaca teks yang telah kamu kembangkan, kamu hanya boleh melihat kerangka ceritamu saja, bukan karangan utuh !, Bceritalah di depan kelas dengan penuh rasa percaya diri!.  3.    Menggunakan ungkapan atau peribahasa secara tepat Dalam bercerita atau dalam mengarang , kita sering menggunakan ungkapan atau peribahasa. Ungkapan atau peribahasa yang kita gunakan dalam bercerita dapat menambah daya tarik pembaca atau pendengar . ungkapan atau peribahasa itu dapat menciptakan keindahan tersendiri dalam cerita yang kita sampaikan.    a.     Ungkapan  Ungkapan adalah gabungan kata yang maknanyatidak sama dengan gabungan unsur-unsur  kata pembentuknya: Contoh 1.    Serasa melambung jauh hatinya setelah Amin meraih peringkat pertama. Melambung jauh hatinya = sangat senang 2.    Mukanya merah padam ketika terlambat mengikuti upacara. Mukanya merah padam = mukanya berubah menjadi kemerahan karena marah.  PADA BUKU BAHASA DAN SASTRA INDONESIA, KELAS SMP KELAS VII   SUHARMA DKK. MATERI : MENCERITAKAN PENGALAMAN MENGESANKAN b.    Menceritakan pengalaman mengesankan Pengalaman memang menjadi  sumber inspirasi yang tidak ada habis-habisnya. Apalagi jika pengalaman itu menarik dan mengesankan. Seseorang tidak akan bosan untuk mengulang menceritakannya kepada orang lain. Pengalaman yang mengesankan dalam hidup kita dapat kita ceritakan kepada orang lain. Manfaatnya adalahagar orang lain dapat memetik pelajaran atau belajar dari pengalaman kita. Dengan demikian, hal yang buruk dalam pengalaman kita tidak akan kita ulangi dan hindari oleh orang lain. Sementara itu, hal yang baik dapat memacu kita dan orang lain untuk lebih baik lagi.  Aspek Kebahasaan Menggunakan kata sapaan, kata ganti, kata acuan, dan kata gelar Kata sapaan merupakan kata yang digunakan untuk menyebut kata kedua dalam petikan langsung. Contohnya berikut ini. •    “siapakah yang menjemput kita di Bandara Adi Sutjipto, Bu?” tanyaku pada Ibu. kata Bu merupakan kata sapaan. Penulisan kata sapaan adalah dengan huruf kapital. Kata ganti merupakan kata yang digunakan untuk mengganti orang atau benda. Contohnya  ku pada tanyaku, aku, engkau, dan dia, khusus kata ganti ku, kau, mu, dan nya,  ditulis serangkai. Kata gantu ditulis dengan huruf kecil. Kata acuan merupakan kata yang digunakan untuk menyebut orang pertama (orang yang berbicara) dan orang ketiga (orang yang dibicarakan). Contohnya berikut ini. “sampaikan kepada Nenek, Ibu, akan datang lusa,” kata wanita itu pada anaknya. Kata Nenek dan Ibu merupakan kata acuan. Kata acuan ditulis dengan huruf kapital. Kata gelar adalah kata yang digunakan sebagai sebutan kehormatan, kebangsawanan, atau kesarjanaan yang biasanya ditambahkan pada nama orang. Contohnya berikut ini. Haji Misbakhul Munir adalah teman lama ibuku Kata  haji  merupakan kata gelar. Penulisan kata gelar dengan huruf kapital bila diikuti nama dan dengan huruf kecil bila tidak diikuti nama.                          PERBANDINGAN BUKU  o    Pada buku Yudistira Bahasa dan Sastra Indonesia oleh Suharma dkk, dengan materi Menceritakan Pengalaman Mengesankan halaman 45, pada materi ini menerangkan pengertian mengenai juga menjelaskan aspek kebahasaan namun kelemahan pada buku ini tidak memberikan secara urut sehingga pembaca kurang memahami aspek-aspek kebahasaan seperti kata ganti, kata sapaan, dan lain sebagainya. o    Dan pada bahasa Indonesia Bahasa Kebanggaanku Sarwiji Suwandi Sutarmo dengan materi menceritakan pengalaman, keunggulan pada buku ini memiliki kelebihan sehingga pembaca mudah untuk memahaminya, Karena dengan susunan dan tulisan yang mudah untuk dimengerti.      CONTOH PENGALAMAN Judul : Hantu Hari itu, hari jumat. Aku pulang lebih awal dari biasanya. Ketika ku buka pintu depan, aku terkejut melihat kain gorden di jendela samping bergerak-gerak. Aku takut, tetapi aku ingin tahu mengapa kain gorden itu bergerak-gerak sendiri. Ketika kuamati dan kuberanikan membuka kain gorden itu, aku jadi tertawa sendiri. Ternyata, adikku sedang bermain-main di baliknya. Aku baru ingat, adikku yang berumur satu tahun sudah bisa berjalan sendiri. Ibu pun tersenyum melihat kejadian itu.      BERDASARKAN MORFOLOGI AFIKSASI 1)    “ Biasanya” merupakan afiksasi (proses atau hasil penambahan), kata dasarnya “biasa” . 2)    “terkejut” merupakan afiksasi, dan pada kata dasarnya “ kejut”. 3)    “berjalan” merupakan afiksasi, dan pada kata dasarnya “jalan” “tersenyum” merupakan afiksasi dan pada kata dasarnya “senyum

1 komentar: